PR Buddy membaca soal dari foto buku, menggambarnya di canvas, dan membimbing anak lewat suara, satu langkah kecil setiap giliran. Anak yang menemukan jawabannya.
Tutor privat yang sabar, di tablet anak. Kami tidak mengerjakan PR; kami menemani sampai anak bisa. Pelan. Hangat. Jujur kalau tidak yakin.
Dari foto halaman buku atau ketikan. Kalau tulisannya buram, Buddy bertanya, bukan menebak.
Segitiga, batang pecahan, garis bilangan. Buddy menandai bagian yang sedang dibahas.
Satu pertanyaan kecil, lalu diam. Anak menjawab lewat suara, ketukan, atau coretan.
Di akhir, anak menjelaskan ulang dengan kata sendiri dan mencoba satu soal serupa.
Buddy menunggu saya berpikir, bukan buru-buru menjawab.
Kalau saya salah, Buddy bantu saya cari letak salahnya, bukan bilang “salah!”.
Kalau Buddy tidak yakin membaca soal, dia minta saya tunjukkan lagi.
Arahkan tablet ke buku, pilih nomor soalnya.
Buddy membaca ulang soalnya, anak mengonfirmasi.
Satu pertanyaan kecil, anak menjawab lewat suara atau canvas.
Kalau macet, bantuan naik pelan: pengingat, arahan, gambar, contoh.
Anak menjelaskan ulang, lalu mencoba soal serupa sendiri.
Matematika dasar dulu: luas bangun datar, pecahan, dan soal cerita sederhana. Mata pelajaran lain menyusul setelah ini benar-benar terasa seperti ditemani tutor.